Langsung ke konten utama

Tetesan Pena

                 Berimajinasi dengan Masa lalu



Aku harap kamu mengingat sesuatu tentang ini;Entah terkena angin apa hati ini selalu saja mengingatmu, semilir angin yang tiba-tiba datang mengingatkan tentang kehadiranmu yang pernah singgah walau hanya sebentar.Terakhir bertemu, baru saja. Namun kamu tidak melihatku. Hanya dua bola mata yang aku punya meratapi kamu hingga jauh.Ingin sekali bibir ini bertanya ‘Apa kabar?’ kepadamu, ‘Apakah hidupmu bahagia?’ atau ‘Bagaimana dengan dia? Penggantiku?’ rasanya aku ingin mencetuskan hal-hal tersebut. Tapi nafsuku kalah, aku lebih baik diam dan bersajak, maka dari itu terbitlah tulisan ini.Aku memang bodoh sempat melalaikanmu,mengacuhkan segala kepedulianmu yang sekarang aku rindukan. Pantaskah?Aku sangat tidak butuh jawaban apapun terkait ini, tidak ada yang perlu dibalas. Aku hanya malu berkata-kata, suaraku tercekat diujung lidah. Aku mulai berdamai dengan cara kasar: melupakanmu. Meskipun aku tidak pernah mau hal itun terjadi.Aku selalu memaafkan bagi siapa saja yang menyakitiku, tapi aku tidak pernah melupakan kejadian itu dan sebaliknya aku akan selalu ingat kepada orang yang berbuat baik walau terkadang perbuatan baik itu terlupakan oleh waktu karena tak ada rasa dendam.Kamu memang benar-benar curang, kamu membuatku memulai permainan. Memulai agar ikhlas melepaskanmu.Memulai agar tak pernah peduli lagi denganmu.Memulai agar sedekah hal yang terkait denganmu.Tapi, setiap hidup akan mengalami perubahaan,bukan? Yah, mungkin sekarang aku sedang diterpa rindu yang membuncah. Tapi entah untuk dilain waktu,aku tidak tahu. Tidak tahu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Love Story

Kusebut Ini cinta


#partI
Semua itu datang tanpa di duga, datang tanpa rencana. Seperti di pagi yang selalu manis, aku menemukannya. Karena hidup hanya sekali, semua itu harus ku coba. Seperti hujan yang menerpa wajahku kemarin, tetesannya masih terasa di pori-pori wajahku, ku biarkan tetesan air itu menetes tanpa resah. Aku sih cewek pengagum dengan segala juta rahasia di hatiku. Aku sih cewek tanpa nama susah menjabarkan tentang isi hatiku. Tapi aku nyata tanpa fiksi, aku benar ada meski kerap hilang tanpa nama. Kehidupanku baru saja dimulai kemarin (sepertinya), aku lupa telah lama bersekolah dan sedang duduk di bangku kelas berapa aku ini? Ah sudahlah. Aku terlalu fokus padamu hingga diriku sendiri sering terabaikan, persetan dengan segala yang kuanggap sakit ini. Jangan hiraukan keberadaanku jika kau sangat terusik. Untuk saat ini,kau tidak sadar bahwa aku mencintaimu sejak dulu,Rey. “Hei wid, kamu ngapain disini ? bukannya sejak tadi udah bel masuk?” tanganku tersentak kaget, dengan spon…

Love Story

Apologize
Pagi yang cerah untuk awal bulan September, hari ini tidak hujan. Wanita itu menggenggam secarik kertas,tertanda tulisan di dalamnya. Matanya masih terfokus lurus menatap dedaunan kering di luar kaca mobilnya. Ada rasa yang berbeda dihatinya,namun perempuan itu tetap tidak bergeming. Tatapannya lurus kosong. Ada banyak bunga kamboja yang jatuh,silih berganti semilir angin bergantian menyapunya. Wanita itu lantas membuka pintu mobilnya, tangannya mengambil bunga yang tergeletak pasrah di bangku kemudi. Kaki sang wanita memijak rumput dan dedauan kering serta mengeluarkan bunyi yang bersamaan. Lalu dibalik pohon besar,ia bersembunyi dan menggigit bibir bawahnya. Nafasnya benar-benar tak beraturan, ada sesak didalam hatinya. Ketika hendak melanjutkan perjalanan, tanpa sengaja kakinya terkena ranting kayu yang tajam. Wanita itu meringis lalu memejamkan matanya, tanpa terasa air bening keluar begitu saja dari kelopak matanya. Bukan karena sakit, namun tekanan batin yang menyiksanya du…

Love Story

 Kusebut Ini Cinta

#partII

I knew I loved you then But you never know Cause I played it cool when I was scared of letting go I knew I needed you But I never showed But I wanna stay with you Until were grey and old Just say you wont let go Just say you wont let go Bayangku menerawang nembus kelangit-langit rumah, lagu Say You Won’t Let Go sejak tadi terus berputar dan membuat hayalan sendiri. Sore itu,kamu begitu manis. Suaramu juga masih sama ditelinga, rasanya aku memang jatuh cinta. Aku mencintaimu Rey. Widya memeluk bantal yang sedang ia timpahkan ke wajahnya, mengingat kejadian sore tadi tentunya. Rey datang ke Perpustakaan Umum, tidak disangka-sangka Lelaki Sajak itu datang menemuinya dan menanyakan pertanyaan yang formal. Nafasku begitu lega, mengingat itu semua. Aku tidak ingin melupakan sweet moment itu bagaimana pun yang terjadi. Walau nantinya aku harus menyedot ingatan tidak penting, aku akan menyembunyikan memori ini. Selamanya. Aku seperti manusia yang kehilangan akal, tersenyum sendiri…